Ibadah Sebagai Tujuan Penciptaan Manusia

 

          Manusia merupakan mahluk yang diciptakan dengan kesempurnaan tentunya terkhusus yang beriman yaitu dengan berpedoman terhadap apa yang telah diperintahkan oleh Alloh SWT. Seperti telah dijelaskan bahwa

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Q.s. Az-Zariyat Ayat 56)
Dalam ayat tersebut diawali dengan nafi dan dibatasi dengan menggunakan huruf hasr, hal tersebut menunjukan sebagai batas ringkas dan sebagai term terpenting, yaitu untuk beribadah.

ibadah merupakan bahasa yg sudah familiar umum, dan tidak aneh, dan kata ibadah menjadi sebuah bahasa yg semua manusia mengkonotasikan dengan hal baik yg hubungannya dengan tuhan.
sebenarnya ibadah berasal dari bahasa arab عبد يعبد عبادة yang berarti  ta’at, tunduk, lemah, dan hina. Dari arti tersebut menunjukan bahwa manusia sebagai makhluk yang tidak berdaya, (lemah dan hina).
Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah dalam kitabnya Majmu’ alfatawa, mendefinisikan bahwa ibadah yaitu.
اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأفعال الظاهرة والباطنة
Artinya : Suatu nama yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhoi Allah, baik berupa perkataan, perbuatan, yang nampak dan tersembunyi.

manusia beribadah merupakan perintah dari alloh, namun hal tersebut tidak bisa menjadi tabir bahwaa alloh butuh terhadap manusia  dan ibadahnya, justru sebaliknya bahwa manusialah yang membutuhkan alloh swt.

firman Alloh;
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
“Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan” (QS. Al-Faatihah).

term ibadah dalam ayat tersebut juga menjadi titik ringkas bahwa alloh yg berhaq atas segala sesuatu tidak ada yang berdaya kecuali dengan idzin-Nya.
peletakan taqdimul ma'mul alal amil menjadikan yufidul hasr wal ihtimam, yang mana mempunyai balaghoh yg begitu dalam.

dalam firman Allah Ta’ala,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhan kalian berfirman : Berdo’alah kalian kepada-Ku niscaya akan Ku-perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya, orang-orang yang enggan untuk beribadah kepada-Ku (pastilah) akan masuk neraka dalam keadaan hina-dina” (QS. Ghaafir: 60).

Ayat tersebut juga menjadi dalil bahwa manusia itu lemah, tidak mempunyai kemampuan, esensi pada ayat tersebut juga menjadi dalil perintah ibadah sebagai tujuan diciptakannya manusia, dengan wujud perintah berdoa.

firman Allah Ta’ala,
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
“maka barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhanya, maka hendaklah ia mengerjakan amal shalih dan janganlah mempersekutukan (Allah) dengan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya” (QS. Al-Kahfi: 110).

firman Allah Ta’ala,
وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ
“Dan kembalilah kalian kepada Tuhan kalian serta berserah dirilah kepada-Nya (dengan mentaati perintah-Nya), sebelum datang adzab kepada kalian, kemudian kalian tidak ditolong” (QS. Az-Zumar: 54).

ayat diatas juga menjadi dalil bahwa tidaklah manusia diciptakan kecuali agar supaya beribadah, dalam arti melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.

hal ini dijelaskan dalam firman alloh
وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ ۙ
Padahal mereka tidak diperintah kecuali hanya untuk menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama,(QS. albayyinah; 5).

Ibadah menjadi term pokok dalam islam karena kata ibadah secara definisi, mencakup semua hal yang diperintah oleh Alloh dan yang dilarang-Nya, ketika manusia melaksanakan
كل ما يحبه الله ويرضاه من الأقوال والأفعال الظاهرة والباطنة
maka manusia tersebut insya Alloh tergolong 
في عباد اللّٰه المخلصين

kesadaran manusia sebagai makhluk yang lemah takberdaya, dengan melaksanakan ikhtiyar, tawakal, dan iklhlas merupakan bentuk esensi dari ibadah.
wallohu a'lam bisshowab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lirikan mata merupakan sebuah kalam

Syi’ah dan Tafsir Al-Qur’an

Al-Hayyu dan Al-Hayya