Nilai Kandungan Tarbawi (QS. Al-Baqarah [2:194-195])
Nilai Kandungan Tarbawi (QS. Al-Baqarah [2:194-195])
Memperbaiki akhlak, menghaambakan diri kepada Alloh dengan sebenar-benarnya, berbuat adil terhadap semua manusia, islam menjadi rahmat bagi semesta alam.
{الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (194) وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (195)} [البقرة: 194، 195]
Ayat ini pendapat para tabi’in menjelaskan perihal rosululloh ketika hendak umroh pada tahun ke enam hijriyah, akan tetapi dihadang oleh musyrikin dan melarang untuk masuk ke kota mekkah dan sampai ke baitullah, kejadian tersebut bertepatan dengan bulan dzul qo’dah yang termasuk bulan haram, sehingga rosululloh akhirnya menunda dan memasuki pada tahun selanjutnya bersama kaum muslimin sebagai qisos dari Alloh terhadap kaum musyrik. Maka kemudian turunlah ayat ini berkenaan dengan “ bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang dihormati, berlaku hukum qishosh,[1]
Imam ahmad mengatakan dari jabir bin abdulloh bahwa rosululloh belum pernah berperang pada bulan haram kecuali bila dipaksa untuk berperang. Pernah ketika dalam masa berperang kemudian masuk bulan haram maka rosululloh menghentikannya dan menunggu hingga bulan itu lewat. Diceritakan pada perang hunain menunggu sampai 40 hari karena saat itu masuk pada bulan haram ( dzulqo’dah).[2]
فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ
Pada ayat ini setidaknya terdapat sebuah anjuran pendidikan untuk berbuat adil terhadap sesame manusia walaupun mereka musyrik (musuh), bahwa alqur’an melarang kaum muslim membabi buta melawan musuh, tetap harus menunjukan keramahan,keadilan, monomer satukan pri kemanusiaan, jika memang harus menyerang seranglah secara seimbang.[3]
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Dan bertakwalah kepada Alloh, ketahuilah sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang taqwa. Bisa kita pahami bahwa dalam kutipan ayat diatas alloh memerintahkan manusia agar bertaqwa, sekaligus memberi pengetahuan kepada kita bahwa alloh senantiasa bersama orang yang bertakwa, dari ayat tesebut juga bisa kita fahami bahwa setelah alloh menjelaskan tentan ilmu hendaknya kita mengambil pelajaran dari makna, tafsir, dan juga arti kata yang dikandung di dalamnya.
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Ayat ini merupakan perintah Alloh terhadap manusia agar menggunakan hartanya dijalan Alloh (taqorrub ilalloh) dalam taat kepada Alloh, teruatama menggunakan harta untuk memerangi musuh, dan mengalokasikan untuk sarana dan bekal kemaslahatan kaum muslimin.[1] Dari ayat tersebut juga mengandung banyak pembelajaran diantaranya bahwa harta hanyalah sebuah titipan yang sewaktu-waktu bisa di ambil pemiliknya, harta akan menjadi jalan menuju ridho Alloh jika ditashorufkan pada jalan Alloh, tetapi sebaliknya harta bisa menjadi mala petaka jika tidak digunakan dijalan Alloh.
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dalam kalimat ini juga mengandung pembelajaran bahwa kebaikan itu akan membawa pelakunya pada keridoan Alloh. karena telah ditegaskan bahwa Alloh mencintai orang-orang yang baik dan berbuat baik.
wallahu a'lam.
Komentar