Postingan

puasa menuju derajat ma'rifatillah

Puasa Menuju Derajat Ma’rifatillah Puasa merupakan salah satu dari ibadah mahdloh yang secara langsung disyariatkan oleh Alloh SWT. Melalui mu’jizat Al-Qur’an, dan disampaikan oleh Rosululloh SAW. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab umat islam melakukan puasa, yaitu puasa Romadlon. Berdasarkan firman Alloh Q.S. Albaqoroh ayat 183. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, supaya kalian bertaqwa”. (al-baqoroh; 183). Alloh mewajibkan puasa terhadap umat Islam pastinya mempunyai tujuan yang pastinya menguntungkan, mengandung kebaikan, kemaslahatan, keberuntungan, manfaat, keindahan, keberkahan. Seperti keterangan dalam tafsir: إِذَا سَمِعْتَ اللَّهَ يَقُولُ: ” يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا فَأَرْعِهَا سَمْعَكَ فَإِنَّهُ خَيْرٌ يَأْمُرُهُ، أَوْ شَرٌّ يَنْهَى عَنْه...

Al-Hayyu dan Al-Hayya

بسم الله الرحمن الرحيم Telah kita ketahui bersama bahwa kalimat,   "استغفرالله العظيم الذي لا اله الا هوالحي القيوم و اتوب اليه" Merupakan kalimat dzikir yang sudah mendunia karna keagungannya. tak sedikit bahkan munkin semua umat islam biasa dengan kalimat dzikir tersebut, walaupun kenyataanya entah dalam pengamalannya. Kali ini mari kita berbagi pengetahuan tentang I’rob kalimat dzikir yang telah mendunia tersebut karna pada kenyataannya ada pebedaan membaca diantara para pengamal, terutama dikalangan santri dan kyai, dengan dasar yang mereka ketahui. Namun tidak sedikit pula dengan perbedaan yang perjadi dalam cara membaca, menjadikan perselisihan bahkan mengecam menjadi sebuah kesalahan yang berakibat fatal terhadap keharmonisan bersosial yang berawal dari kurangnya wawasan pengetahuan yang mendasar. I’rob pada kalimat dzikir tersebut ada perdebatan pada cara meng-i'rob lafadz الحي" " pada bacaan " استغفرالله العظيم الذي لا اله ا...

Lirikan mata merupakan sebuah kalam

Al-Kalam           kilas, menurut para ahli lughoh, kalam mempunyai beberapa definisi atas tinjaauan dari beberapa sudut pandang. lazimnya, kalam dalam kaidah lughoh yang biasa di sebut ilmu nahwu merupakan sebagian sub dari muqoddimah, karna itu biasanya al-kalam tidak menggunakan kata bab, dengan alasan   لانه مع اقسمه من المقدمة  "karena sesungguhnya kalam beserta bagiannya merupakan bagian dari pendahuluan"          jika di pandang dari segi bacaan lafadz al-kalam ( ك لا م )  setidaknya bisa berkemungkinan mempunyai tiga cara membacanya. pertama kata الكلام bisa dibaca dengan di dhomahkan huruf kafnya, di baca al-kulam yang mempunyai arti الارض الصعبة " tanah yang tandus" kedua الكلام bisa dibaca dengan dikasrohkan huruf kafnya, dibaca al-kilam  yang mempunyai arti الجراحات "beberapa bekas luka"  ketiga  الكلام bisa dibaca dengan difathahkan huruf kafnya dibaca al-kalam yang mempunyai ar...

Filsafat Ilmu Nahwu Shorof

Sepintas Filsafat Ilmu Nahwu Shorof   1.                              Ilmu nahwu dan shorof. Kedua bidang ilmu ini biasa disebut dengan ilmu tata Bahasa arab dan keduanya sangat berkaitan erat seolah tak bisa dipisahkan. Bahkan ada literasi ulama yang mengatakan “Asshorfu ummul ulum wa an-nahwu abuha” yang artinya shorof adalah induknya ilmu sedangkan nahwu adalah bapaknya. Filosofi dari esensi atau subtansi yang terkandung dalam Bahasa tersebut yaitu bahwasanya seorang anak tak akan tercipta jikalau ibu dan bapak tidak bersatu. Artinya dengan kebersatuannya baru akan menghasilkan buah hati atau anak yang diharapkan. Kembali ketitik persoalan kajian ilmu nahwu dan shorof, jika cabang ilmu tersebut di istilahkan sebagai ibu dan bapak dari berbagai ilmu tentunya cabang ilmu yang lain merupakan anak-anaknya, namun makna tersebut masih mempunyai qayid mutlak, yaitu membatasi cabang-cabang il...